Curhat Emak-Emak

Saya tidak tau apakah saya ini orangnya extrovert atau introvert. Karena saya sangat suka mengobrol dengan orang lain dan bahkan bisa jadi tempat curhatnya orang lain. Tapi di lain sisi kadang saya lebih suka menutup diri, bahkan terhadap keluarga pun saya bisa tertutup. Apalagi kalau ada di lingkungan yang baru, saya cenderung ga banyak ngomong. Saya lebih suka memperhatikan orang-orang di sekitar saya, bagaimana karakternya, enak apa ga di ajak ngomong, yang mana yang rada-rada sombong, yang bisa di ajak bercanda dan sebagainya. Namun untuk lingkungan perumahan sampai saat ini saya masih belum tahu bagaimana cara membaurkan diri dengan ibu-ibu tetangga. Saya masih merasa kalau ada gap/pemisah walaupun selalu saling sapa dan senyum saat bertemu. Tapi seperti ada yang mengganjal.

Saya pikir apa mungkin karena masih mengontrak jadi orang-orang cuma menganggap sepele dengan kami, atau apa mungkin karena saya jarang keluar rumah karena memang sejak berumah tangga saya jarang sekali keluar rumah selain untuk keperluan beli sayur atau ke warung. Kalau untuk gabung kumpul-kumpul dengan ibu-ibu tetangga saya ikutan hanya saat suami ada di rumah.

Kenapa saya sampe berpikir seperti ini, karena hampir semua pendapat dan suara saya hampir tidak pernah di anggap. Saya malah sudah berusaha untuk tetap ikut gabung walaupun hanya saat suami sedang di rumah, tapi ya saya tetap merasa seperti itu.

Entahlah… 😀

Like

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *