Cabe Pertama

Semua pasti merasakan ketika hal yang baru saja diusahakan pertama kali dan membuahkan hasil. Antara rasa bahagia dan tak percaya pasti bercampur aduk. Ya begitulah yang saya rasakan sekarang.

Pertama kali menanam cabe rawit di pekarangan rumah sendiri. Padahal hanya menyebar beberapa biji-biji cabe dengan asal-asalan saja di halaman. Tidak terlalu berharap tumbuh karena tanah yang kurang subur dan banyak bebatuan. Hari demi hari, kadang disiram kadang tidak, lebih sering hanya hujan saja yang menyiram, akhirnya tumbuh juga daun-daun cabe yang kecil-kecil.

Setitik harapan muncul walaupuan dengan pertanyaan “kok bisa ya?” karena beberapa batang cabe tumbuh disela-sela bebatuan. Barulah saya mencoba sedikit lebih memperhatikan dengan selalu menyiram minimal sekali sehari, diberi pupuk kandang walaupun hanya sekali.

Ternyata seminggu yang lalu mulai bermunculan bunga-bunga cabe. Wow, sepertinya akan berbuah. Dan akhirnya kemarin pagi hanya iseng ingin melihat-lihat bagaimana keadaan cabe-cabe itu, dan taraaaa akhirnya saya menemukan cabe yang sudah berbuah. Senang bercampur tidak percaya dan tidak lupa mengucap syukur, alhamdulillah berbuah juga. Suami saya pun tidak kalah senangnya melihat buah cabe yang pertama itu.

Semoga batang cabe-cabe yang lain ikut berbuah juga, ternyata untuk membuahkan hasil memang perlu adanya semangat berusaha, harapan, keberuntungan dan tentu saja doa. 🙂

Like

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *